Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kecerdasan
dan kognisi
Gajah dapat mengenali dirinya di cermin, sehingga
mengindikasikan kesadaran
diri dan kognisi, yang juga telah
ditemukan padakera dan lumba-lumba.[127] Penelitian terhadap gajah
asia betina di penangkaran menunjukkan bahwa gajah dapat mempelajari dan
membedakan sesuatu secara visual dan akustik. Individu pada penelitian tersebut
bahkan dapat melakukannya dengan sangat akurat pada percobaan visual yang sama
setahun kemudian.[128] Gajah merupakan salah
satu spesies yang
dapat menggunakan alat. Seekor gajah asia telah diamati memodifikasi
cabang pohon dan menggunakannya untuk memukul lalat.[129] Namun, modifikasi alat oleh
gajah tidak semaju simpanse. Sementara itu,
kemungkinan gajah memiliki peta
kognitif yang dapat membuat mereka mengingat ruang spasial yang
luas dalam waktu yang lama. Gajah-gajah individu juga tampaknya dapat melacak
lokasi kelompok keluarga mereka.[55]
Ilmuwan masih
memperdebatkan sejauh mana gajah dapat merasakan emosi.
Gajah tampaknya menunjukkan ketertarikan pada tulang-tulang gajah lain,
walaupun gajah tersebut bukan kerabatnya.[130] Seperti pada simpanse dan
lumba-lumba, gajah yang sekarat atau sudah mati akan menarik perhatian dan
mendapat bantuan dari gajah lain, termasuk gajah dari kelompok lain. Perilaku
seperti ini telah diinterpretasikan sebagai "perhatian";[131] namun, interpretasi tersebut
dikritik karena dianggap antropomorfik.[132][133]Oxford Companion to Animal
Behaviour (1987) menganjurkan agar ilmuwan mempelajari perilaku hewan
daripada mencoba mengetahui emosi yang mendasarinya.[134]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar