Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
·
Peperangan
Dalam sejarah, gajah
digunakan sebagai alat perang. Gajah dilengkapi dengan baju baja untuk
melindunginya, dan di ujung taringnya dipasang besi atau kuningan tajam bila
taring tersebut cukup besar. Gajah perang dilatih untuk mengambil tentara musuh
dan melemparnya ke orang yang mengendarai gajah tersebut atau meletakkannya di
tanah dan kemudian menusuknya.[149]
Salah satu sumber pertama
yang menyebut penggunaan gajah dalam perang adalah epos Mahabharata (ditulis pada abad ke-4
SM, tetapi diduga mendeskripsikan peristiwa antara abad ke-11 hingga abad ke-8
SM). Namun, Pandawa dan Kurawa lebih banyak menggunakan
kereta kuda. Sementara itu, pada masa Kerajaan Magadha (yang dimulai pada abad
ke-6 SM), secara budaya gajah mulai menjadi lebih penting dari kuda, dan
nantinya kerajaan-kerajaan di India banyak menggunakan gajah; 3.000 gajah
digunakan oleh tentaraNanda pada
abad ke-5 dan abad ke-4 SM, sementara 9.000 gajah dipakai oleh tentara Maurya antara abad ke-4 hingga abad ke-2
SM.Arthashastra (ditulis sekitar tahun
300 SM) menyarankan kepada pemerintah Maurya agar mencagarkan beberapa hutan
untuk gajah liar yang kemudian akan digunakan dalam angkatan bersenjata; buku
tersebut juga agar hukuman mati diberlakukan bagi siapapun yang membunuh gajah
di cagar tersebut.[150] Penggunaan gajah dalam perang
menyebar dari Asia Selatan ke Persia[149] dan Asia Tenggara.[151] Bangsa Persia mulai
menggunakannya pada masa Kekaisaran
Akhemeniyah (antara abad ke-6 hingga abad ke-4 SM),[149] sementara negara-negara di
Asia Tenggara kemungkinan menggunakan gajah perang untuk pertama kalinya pada
abad ke-5 SM dan berlanjut hingga abad ke-20.[151]
Aleksander Agung melatih tentaranya untuk
melukai gajah dan membuat mereka panik selama peperangan melawan Persia dan
India. Ptolemaios,
yang merupakan salah satu jenderal Aleksander, menggunakan gajah perang asia
selama masa kekuasannya di Mesir (yang dimulai pada tahun 323 SM).
Penerusnya, Ptolemaios II (yang
mulai berkuasa pada tahun 285 SM), memperoleh persediaan gajah perang
dari Nubia. Semenjak itu, gajah perang digunakan di
wilayah Laut Tengah dan Afrika Utara pada periode klasik. Raja
Yunani Pyrrhos menggunakan
gajah saat menyerang Romawi pada tahun 280
SM. Meskipun mampu membuat takut kuda-kuda Romawi, gajah tidak berperan penting
dan Pyrrhos pada akhirnya mengalami kekalahan. Jenderal Qart Hadast Hannibal menyeberangi Pegunungan Alpen dengan gajah-gajahnya
selama perang melawan Romawi dan
berhasil mencapai lembah
Po pada tahun 217 SM, tetapi kemudian banyak gajah yang mati
karena penyakit.[149]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar