Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perilaku dan sejarah kehidupan
Ekologi
dan aktivitas
Gajah semak afrika dapat
ditemui di berbagai jenis habitat, seperti di sabana, gurun, rawa-rawa, dan pesisir danau, di ketinggian
yang bervariasi antara permukaan laut hingga wilayah pegunungan di atas garis
salju. Gajah hutan afrika utama hidup di hutan-hutan khatulistiwa,
tetapi akan memasuki hutan galeri dan ekoton di
antara hutan dan sabana.[18] Gajah asia lebih menyukai
wilayah yang merupakan percampuran antara rerumputan, tumbuhan berkayu yang
berketinggian rendah, dan pepohonan, dengan habitat utama di hutan semak
belukar berduri yang kering di India selatan dan Sri Lanka dan hutan hijau abadi di Malaya.[11] Gajah merupakan hewanherbivora dan akan memakan daun, ranting,
buah, kulit pohon, dan akar.[18] Mereka terlahir dengan usus
yang steril, dan memerlukan bakteri yang dapat diperoleh dari feses ibunya
untuk mencerna tumbuh-tumbuhan.[83] Gajah afrika pada umumnya merupakan pemakan
tunas, sementara gajah asia adalah hewan perumput.
Mereka dapat mengonsumsi 150 kg (330 lb) makanan dan 40 L
(11 US gal) air dalam satu hari. Gajah cenderung hidup di dekat
sumber air.[18] Periode makan biasanya
berlangsung pada pagi, siang, dan malam hari. Pada pertengahan hari, gajah
beristirahat di bawah pohon dan mungkin tertidur saat berdiri. Gajah baru
berbaring tidur pada malam hari.[72][84] Rata-rata waktu tidur gajah
adalah 3–4 jam per hari.[85] Baik jantan maupun kelompok
keluarga umumnya berjalan sejauh 10–20 km (6–12 mi) dalam satu hari,
tetapi beberapa gajah telah mencapai jarak sejauh 90–180 km
(56–112 mi) di Taman Nasional Etosha,Namibia.[86] Gajah melakukan migrasi musiman untuk
mencari makanan, air, dan pasangan. Di Taman Nasional Chobe, Botswana, kawanan gajah berkelana sejauh
325 km (202 mi) untuk mengunjungi sungai setelah sumber air lokal
mengering.[87]
Karena memiliki ukuran
tubuh yang besar, gajah berdampak besar terhadap lingkungan dan dianggap
sebagai spesies kunci.
Perilaku gajah yang sering menumbangkan pohon dan semak dapat mengubah sabana
menjadi padang rumput; saat mereka menggali untuk mencari air selama musim
kemarau, mereka menemukan sumber air yang juga dapat digunakan oleh hewan lain.
Mereka dapat memperbesar sumber air ketika mereka sedang mandi. Di Gunung Elgon, gajah menggali gua yang dapat
digunakan oleh ungulata,hyrax, kelelawar, burung dan serangga.[88] Gajah juga berperan penting
dalam menyebarkan biji;
gajah hutan afrika dapat menelan dan mengeluarkan biji tanpa berdampak apa-apa
(atau malah memberikan pengaruh positif) terhadap proses perkecambahan. Biji biasanya disebarkan dalam
jumlah besar di jarak yang jauh.[89] Di hutan Asia, biji-biji yang besar perlu
diangkut dan disebarkan oleh herbivora besar seperti gajah dan badak. Relung ekologi ini tidak dapat diisi oleh
herbivora terbesar berikutnya, yaitu tapir.[90] Sebagian besar makanan yang diasup oleh
gajah tidak dicerna, sehingga kotoran mereka dapat menjadi makanan bagi hewan lain,
sepertikumbang
kotoran dan monyet.[88] Gajah juga berdampak buruk
terhadap ekosistem. Di Taman
Nasional Murchison Falls di Uganda, jumlah gajah yang terlalu besar
mengancam beberapa spesies burung kecil yang bergantung pada daerah berhutan.
Berat mereka dapat mengakibatkan pemadatan
tanah, sehingga air hujan akan mengalami pelimpasanyang
dapat menyebabkan erosi.[84]
Pada umumnya gajah hidup
berdampingan dengan herbivora lain, yang biasanya akan menjauh. Kadang-kadang
terjadi interaksi agresif antara gajah dengan badak. Di Taman Nasional
Aberdare, Kenya, seekor badak
menyerang seekor anak gajah, dan akibatnya badak tersebut dibunuh oleh gajah
lain.[84] Di Cagar Buruan
Hluhluwe–Umfolozi, Afrika Selatan, gajah yatim muda yang baru
diperkenalkan menjadi agresif dan membunuh sekitar 36 badak pada tahun 1990-an;
keagresifan tersebut berakhir setelah gajah jantan yang lebih tua
diperkenalkan.[91] Ukuran tubuh gajah dewasa yang
besar membuat mereka hampir tidak dapat diserang oleh predator. Anak gajah
mungkin diburu oleh singa, dubuk
tutul, dan anjing liar di
Afrika,[14] atau harimau di Asia.[11] Singa-singa di Savuti,
Botswana, telah beradaptasi untuk memburu gajah pada musim kemarau, dan satu
kawanan yang terdiri dari 30 singa diketahui pernah membunuh gajah-gajah yang
berusia antara empat hingga sebelas tahun.[92] Bila dibandingkan dengan herbivora lain,
gajah cenderung dijangkiti oleh banyak parasit, terutama nematoda. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya
tekanan dari predator yang seharusnya dapat membunuh banyak individu yang
dijangkiti oleh banyak parasit.[93]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar