Selasa, 19 Juli 2016

Fakta - Fakta tentang Gajah (3)


Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perilaku dan sejarah kehidupan
Ekologi dan aktivitas
Gajah semak afrika dapat ditemui di berbagai jenis habitat, seperti di sabanagurunrawa-rawa, dan pesisir danau, di ketinggian yang bervariasi antara permukaan laut hingga wilayah pegunungan di atas garis salju. Gajah hutan afrika utama hidup di hutan-hutan khatulistiwa, tetapi akan memasuki hutan galeri dan ekoton di antara hutan dan sabana.[18] Gajah asia lebih menyukai wilayah yang merupakan percampuran antara rerumputan, tumbuhan berkayu yang berketinggian rendah, dan pepohonan, dengan habitat utama di hutan semak belukar berduri yang kering di India selatan dan Sri Lanka dan hutan hijau abadi di Malaya.[11] Gajah merupakan hewanherbivora dan akan memakan daun, ranting, buah, kulit pohon, dan akar.[18] Mereka terlahir dengan usus yang steril, dan memerlukan bakteri yang dapat diperoleh dari feses ibunya untuk mencerna tumbuh-tumbuhan.[83] Gajah afrika pada umumnya merupakan pemakan tunas, sementara gajah asia adalah hewan perumput. Mereka dapat mengonsumsi 150 kg (330 lb) makanan dan 40 L (11 US gal) air dalam satu hari. Gajah cenderung hidup di dekat sumber air.[18] Periode makan biasanya berlangsung pada pagi, siang, dan malam hari. Pada pertengahan hari, gajah beristirahat di bawah pohon dan mungkin tertidur saat berdiri. Gajah baru berbaring tidur pada malam hari.[72][84] Rata-rata waktu tidur gajah adalah 3–4 jam per hari.[85] Baik jantan maupun kelompok keluarga umumnya berjalan sejauh 10–20 km (6–12 mi) dalam satu hari, tetapi beberapa gajah telah mencapai jarak sejauh 90–180 km (56–112 mi) di Taman Nasional Etosha,Namibia.[86] Gajah melakukan migrasi musiman untuk mencari makanan, air, dan pasangan. Di Taman Nasional ChobeBotswana, kawanan gajah berkelana sejauh 325 km (202 mi) untuk mengunjungi sungai setelah sumber air lokal mengering.[87]
Karena memiliki ukuran tubuh yang besar, gajah berdampak besar terhadap lingkungan dan dianggap sebagai spesies kunci. Perilaku gajah yang sering menumbangkan pohon dan semak dapat mengubah sabana menjadi padang rumput; saat mereka menggali untuk mencari air selama musim kemarau, mereka menemukan sumber air yang juga dapat digunakan oleh hewan lain. Mereka dapat memperbesar sumber air ketika mereka sedang mandi. Di Gunung Elgon, gajah menggali gua yang dapat digunakan oleh ungulata,hyraxkelelawarburung dan serangga.[88] Gajah juga berperan penting dalam menyebarkan biji; gajah hutan afrika dapat menelan dan mengeluarkan biji tanpa berdampak apa-apa (atau malah memberikan pengaruh positif) terhadap proses perkecambahan. Biji biasanya disebarkan dalam jumlah besar di jarak yang jauh.[89] Di hutan Asia, biji-biji yang besar perlu diangkut dan disebarkan oleh herbivora besar seperti gajah dan badakRelung ekologi ini tidak dapat diisi oleh herbivora terbesar berikutnya, yaitu tapir.[90] Sebagian besar makanan yang diasup oleh gajah tidak dicerna, sehingga kotoran mereka dapat menjadi makanan bagi hewan lain, sepertikumbang kotoran dan monyet.[88] Gajah juga berdampak buruk terhadap ekosistem. Di Taman Nasional Murchison Falls di Uganda, jumlah gajah yang terlalu besar mengancam beberapa spesies burung kecil yang bergantung pada daerah berhutan. Berat mereka dapat mengakibatkan pemadatan tanah, sehingga air hujan akan mengalami pelimpasanyang dapat menyebabkan erosi.[84]
Pada umumnya gajah hidup berdampingan dengan herbivora lain, yang biasanya akan menjauh. Kadang-kadang terjadi interaksi agresif antara gajah dengan badak. Di Taman Nasional AberdareKenya, seekor badak menyerang seekor anak gajah, dan akibatnya badak tersebut dibunuh oleh gajah lain.[84] Di Cagar Buruan Hluhluwe–UmfoloziAfrika Selatan, gajah yatim muda yang baru diperkenalkan menjadi agresif dan membunuh sekitar 36 badak pada tahun 1990-an; keagresifan tersebut berakhir setelah gajah jantan yang lebih tua diperkenalkan.[91] Ukuran tubuh gajah dewasa yang besar membuat mereka hampir tidak dapat diserang oleh predator. Anak gajah mungkin diburu oleh singadubuk tutul, dan anjing liar di Afrika,[14] atau harimau di Asia.[11] Singa-singa di Savuti, Botswana, telah beradaptasi untuk memburu gajah pada musim kemarau, dan satu kawanan yang terdiri dari 30 singa diketahui pernah membunuh gajah-gajah yang berusia antara empat hingga sebelas tahun.[92] Bila dibandingkan dengan herbivora lain, gajah cenderung dijangkiti oleh banyak parasit, terutama nematoda. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya tekanan dari predator yang seharusnya dapat membunuh banyak individu yang dijangkiti oleh banyak parasit.[93]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar