Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perkawinan
Gajah merupakan
hewan poligini,[101] dan kopulasi paling sering terjadi pada
puncak musim hujan.[102] Gajah betina yang sedang
mengalami siklus
estrus mengeluarkan feromon di air seni dan sekresi vaginal
lainnya untuk menunjukkan kesiapannya dalam berkawin. Gajah jantanan akan
mengikuti pasangan potensial dan menilai keadaannya dengan melakukan respons
flehmen, yaitu ketika sang jantan mengumpulkan sampel kimiawi dengan
menggunakan belalainya dan membawanya ke organ vomeronasal.[103] Siklus oestrus gajah betina
berlangsung selama 14–16 minggu dengan fase
folikular selama 4–6 minggu dan fase
luteal selama 8–10 minggu. Pada fase folikular, gajah mengalami
dua kali peningkatan kadar hormon pelutein, sementara sebagian besar
mamalia hanya mengalami satu kali saja. Peningkatan pertama (atau anovulatori)
dapat memberi sinyal kepada gajah jantan bahwa sang betina sedang mengalami
siklus estrus dengan mengubah baunya, tetapi ovulasi baru terjadi pada peningkatan
kedua (atau ovulatori).[104] Tingkat kesuburan pada gajah
betina mulai berkurang pada usia 45–50.[95]
Gajah jantan memiliki
perilaku yang disebut “menjaga pasangan”, yaitu ketika mereka mengikuti betina yang
sedang mengalami siklus estrus dan menjaganya dari jantan lain. Hal ini
biasanya dilakukan oleh jantan yang sedang mengalami musth, dan betina secara
aktif berupaya agar dijaga oleh mereka, terutama yang lebih tua.[105] Maka jantan yang lebih tua
cenderung lebih berhasil secara reproduktif.[98] Musth tampaknya digunakan oleh
gajah betina untuk mengetahui keadaan sang jantan, karena gajah jantan yang
lemah atau terluka tidak memiliki musth yang normal.[106] Bagi betina muda, mendekatnya
jantan yang lebih tua tampak mengintimidasi, sehingga kerabat-kerabatnya berada
di dekatnya untuk memberi dukungan dan menentramkan.[107] Selama kopulasi, gajah jantan
meletakkan belalainya di punggung betina.[108] Penis gajah sangat gesit dan
dapat bergerak bebas.[109] Sebelum bersanggama, penis
gajah melengkung ke depan dan ke atas. Kopulasi berlangsung selama sekitar 45
detik tanpa gerakan pinggul atau jeda ejakulasi.[110]
Perilaku
homoseksual banyak ditemui pada gajah jantan maupun betina;
bahkan menurut perkiraan, 45% perjumpaan seksual pada gajah asia di penangkaran
merupakan perjumpaan sesama jenis.[111] Perilaku homoseksual pada
gajah meliputi persetubuhan seperti pada interaksi heteroseksual.[111] Gajah jantan sering membentuk
"kawanan" yang terdiri dari seekor individu yang lebih tua dan satu
atau kadang dua jantan yang lebih muda, dan perilaku seksual merupakan unsur
penting dalam dinamika sosial kawanan tersebut.[111] Tidak seperti hubungan
heteroseksual yang berlangsung cepat, hubungan antara jantan dapat berlangsung
selama bertahun-tahun.[111] Seperti pada perjumpaan
heteroseksual, jantan menunjukkan keinginannya untuk bersanggama dengan
meletakkan belalainya di punggung jantan lain.[111] Sementara itu, perilaku
sesama jenis pada gajah betina telah didokumentasi di penangkaran ketika mereka
memasturbasi satu sama lain dengan
menggunakan belalai mereka.[111]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar